Sebuah bunga….

August 23rd, 2006

Jingga di atas kelopak bunga
Membening dan mengaca layaknya mahkota Dewa
Mutiara hati berkilauan
Menjemput sebuah hasrat jiwa yang membeku
Baru kali ini aku melihat sebuah surga
Pancaran wajah yang bersinar berkilauan
Menghampiri diriku yang begitu gelap

Sumpah, aku hanya bisa diam
Diam seribu bahasa
Berdiri tegak
Layaknya sebuah tiang usang
Yang di tempatkan untuk menopang sebuah bendera
Aku menangis aku bahagia
Melihat sebuah mimpi datang menghampiriku

Bunga itu begitu harum
Sampai aku hanya terbuai mencium aromanya
Mulutku tak henti-hentinya memuja nikmatnya
Arti sebuah mimpi dalam jiwa yang memohon

Dirimu yang mengerti aku

August 23rd, 2006

Kasih aku memanggilmu
Sayang aku bisikkan padamu
Cinta aku menyapa dirimu
Begitu lembut hingga aku pun terbuai

Aku adalah orang yang malang
Menderita layaknya seseorang yang tidak memiliki jiwa
Berdiskusi dengan bayang-bayang diri
Menentang hidup yang kian menyiksa

Aku berdiri disini
Menjawab ribuan pertanyaan
yang selalu tidak pernah aku tahu
Dimana jawaban itu ada

Setiap malam aku terbangun dari mimpi
Ketakutan melumpuhkanku
Akankah kau selalu
Berada dalam sisi hatiku yang paling dalam

Ketika aku mulai mencarinya
Disini aku selalu bertanya
Mengapa kau begitu sulit aku temukan
Bertahun-tahun aku mencarimu
Mengapa baru sekarang aku menemukanmu

Kini aku telah memiliki jiwamu
Tapi apakah aku akan kehilanganmu juga
Aku hanya berharap kegelisahan ini sirna
Karena aku tidak ingin kehilangan dirimu

Bayang dirimu selalu menemaniku
Sejak pertama cintamu bersemi di hatiku
Hingga aku berharap
Ini akan selama-lamanya di hidupku

karena Aku Sayang Kamu

« Previous Page