bagaimana ku membalasnya

December 13th, 2006

wanita itu adalah jiwaku
dia menjagaku
manjakan hidupku
uraikan air mata bahagia untukku
menyentuhku dengan belaian lembut mahadewi

wanita itu adalah hidupku
pelangi yg menghiasi langit-langit tawaku
hujan yang menyejukkan dahaga hidupku
saat ku merasa jalan ini buntu
ku berdoa untuk lebih kuat
dan Tuhan menjawab doaku melalui dia

wanita itu adalah seorang bunda anakku
menebar tawa dan gelak yang lucu
memberi semangat pada kehidupan
pada yang akan meneruskan namaku nanti

wanita itu adalah semangatku untuk mencapai cita-cita
dia mendukung segala kebodohanku
menunggu dan membantuku mencari air di tanah yang kering
tanah yang hanya basah oleh sebuah keyakinan
hidup yang tak menentu dan berbeda
tapi dia tetap berada di tanah ini bersamaku
membantu keyakinanku dan memelukku dengan penuh semangat

wanita itu adalah cahayaku
walau ku meraba di gelapnya tawaku
ku tetap tenang karena dia mendoakanku
tiap hari tepat jam 10 dia memohon pada-NYA
agar DIA menunjukkan mata air itu padaku

adakah caraku membalas kebaikan wanita itu?
sungguh tidak ada emas yang aku punya untuk membalasnya
hanya sebuah hati
satu-satunya hartaku yang paling berharga
hanya inilah yang bisa aku persembahkan untukmu sayangku
ku harap kau mau menerimanya